Belajar Coding, Tanpa Pusing, Bersama Dicoding

Coding digunakan untuk apa sih? Bisa gak aku mulai coding di hape? Coding di laptop lebih enak lah… belajar pemrograman gratis online, emang ada…

Beberapa pertanyaan seperti itu muncul ketika aku kepo terkait coding atau pemrograman.

Ternyata setelah belajar pemrograman dari awal hingga saat ini, ada banyak hal yang perlu dipelajari.

Kali ini aku mencoba membagikan pengalamanku memulai belajar pemrograman atau coding di platform Dicoding.

Semoga membantumu, ya. Selamat membaca.

Kenapa sih Harus Belajar Pemrograman?

Sebelum memulai cerita pengalamanku bersama Dicoding, aku mencari tahu apa saja manfaat yang kamu dapatkan ketika belajar pemrograman.

Berikut adalah manfaat belajar pemrograman yang akan kammu dapatkan:

  • Jadi lebih teliti terhadap hal detail.

Tentu saja hal ini menjadi krusial, selama aku belajar pemrograman, kesalahan penulisan pada syntax saja bisa berakhir pada error dan menimbulkan pusing tujuh keliling.

Yakin deh setelah belajar ngoding beberapa bulan, kamu bakal jadi orang yang super duper teliti.

  • Terlatih berpikir secara logis dan sistematis.

Kalau dulu aku adalah orang yang serba acak setelah belajar pemrograman selama setahun belakangan, aku jadi seorang yang serba teratur.

Jadwal kegiatan pagi-sore udah macam nulis syntax bikin Class object semua harus urut sampai bisa di”export module”-nya untuk kegiatan besok hari.

  • Meningkatkan kemampuan problem-solving

Tidak hanya menyelesaikan masalah di program ya, ini juga ketika kamu mengalami masalah di kehidupanku sehari-hari.

Aku melihat masalah dari banyak sisi, melihatnya secara teliti, merunut sebabnya secara sistematis dan mencoba menyelesaikannya secara logis.

Yakin deh, belajar pemrograman bakal buatmu gak baperan pas ada masalah apapun.

Belajar Pemrograman Dasar, Mulai dari Mana?

belajar pemrograman
Photo by Kevin Ku from Pexels

Bagi seorang pemula, mempelajari hal dasar dalam pemrograman merupakan hal yang sangat krusial.

Gak mungkin dong, kamu mau bikin pesawat tapi tak tahu cara mengenali bahan dan struktur kerangka yang bagus.

Dicoding merupakan salah satu batu loncatanku memasuki dunia pembelajaran coding dari nol.

Semua berawal dari kelas Belajar Dasar Pemrograman Javascript. Dari kelas inilah aku mendapatkan titik terang untuk memulai langkah kecil di dunia coding.

Di kelas fundamental tersebut, aku memulai bahasa pemrograman yang umum digunakan para web developer yakni Javascript.

Bahasa Javascript sendiri merupakan bahasa yang banyak dicari oleh para perusahaan.

Framework Javascript sendiri ada begitu banyak, salah satunya yang terkenal ialah ReactJS untuk front-end dan NodeJS untuk back-end.

Tenang aja… di kelas tersebut gak bakalan bahas framework yang segitu banyak, kok.

Kita bakal belajar dari awal mulai dari mengenal, belajar struktur data, logika, algoritma, syntax, dan lain sebagainya.

Pertanyaan Umum yang Sering Ditanyakan

Oke, oke… aku coba rangkum FAQ lain yang sebetulnya ini terngiang-ngiang di kepalaku sendiri dan juga aku dapat di komenan artikel dan video.

Aku gak bisa pastikan ini benar karena ini sangat subjektif sekali dari aku: ‘seorang yang bahkan baru belajar pemrograman di Dicoding’.

Jadi, aku disclaimer dulu ya… jika kalian punya pendapat lain silakan kasih komentar kalian. Biar kita bisa sama-sama diskusi.

  • Susah gak sih belajar coding itu, guys?

Menurutku sangat susah… jika… kamu gak fokus dan konsisten. Praktek dan let your hand dirty udah paling nomor wahid. Percuma nonton ratusan video tutorial cara ngoding kalau kamu gak fokus dan konsisten buat praktek tiap hari.

Nah, selama belajar di Dicoding kamu bakalan kotorin tangan kamu dengan berbagai kuis dan hands-on biar ilmunya masuk ke otak lewat jari-jari tangan.

Ingat…berani kotor itu baik.

  • Bahasa apa yang mesti aku pilih?

Pilih bahasa yang kamu paling kepoin. Untukku sendiri karena tertarik membuat web, maka aku memilih Javascript.

Kalau kamu tertarik membuat machine learning tentu bahasa yang dipelajari akan beda, begitupun jika membuat aplikasi Android atau iOS.

Kepoin dulu platform kesukaan kamu lalu cari tahu bahasa apa saja yang bisa kamu pelajari untuk membuat proyek di platform tersebut.

  • Berapa biaya total belajar pemrograman?

Kalau aku bilang 100% GRATIS boleh kan ya… Dicoding memberikan kelas fundamental gratis terkait pemrograman.

Kamu bisa cek di Daftar Kelas dan filter tipe kelas Gratis. Kamu bisa pilih dari kelas Memulai Pemrograman Dengan C sebagai titik awal perjalanan ngoding bersama Dicoding.

  • Perlu berapa bulan biar aku bisa jago ngoding?

Kalau aku ambil berbagai pernyataan para mastah percodingan, ngoding itu adalah kegiatan belajar seumur hidup.

Setiap waktu akan ada teknologi baru yang bermunculan dan tugas kita adalah mempelajarinya dan menyelesaikan masalah tiap orang dengan program yang kita buat.

  • Udah tua nih, masa iya baru belajar coding? Gimana dong?

Belajar gak kenal umur dong, begitu juga belajar ngoding. Mulai aja dulu dari dasar banget, bertahap naik ke level menengah dan lanjut ke level ahli.

Kamu bisa memulai dari kelas Dicoding, Memulai Pemrograman Dengan Java jika tertarik untuk membuat software sendiri.

Setelah makin kepo dan keasyikan kamu bisa lanjut ke kelas berbayar Dicoding yang tentunya makin membuatmu penasaran.

Membuat Codingan Pertama

belajar pemrograman dari dasar

Di kelas Dicoding yang ku ikuti, aku mesti mengerjakan Kuis dan Knowledge Check untuk terus bisa melanjutkan ke modul selanjutnya.

Nah pada fitur Kuis inilah, aku membuat contoh codingan dasar pertamaku berupa Hello World! dan membuat variabel namaku dalam bahasa Javascript.

Tak kalah penting, aku juga belajar pemrograman object-oriented dan functional di kelas dasar tersebut.

Kedua hal ini penting dipelajari, paradigma OOP misalnya diadopsi juga oleh bahasa pemrograman lainnya.

Untuk ujian akhir di kelas Dicoding tersebut, kita bakal disuruh mengerjakan program sederhana yang bisa mengasah kemampuan kita lebih jauh.

Bagi kamu yang ingin belajar pemrograman online secara otodidak, kamu mesti menemukan platform belajar yang ramah pada pemula.

Dicoding sendiri menyediakan kelas pemrograman gratis yang bisa jadi awalan untukmu memulai.

Cocoklah pokoknya belajar pemrograman dari nol di Dicoding.

Backend Developer adalah Jalan Ninjaku

belajar javascript coding
Photo by Markus Spiske from Pexels

Selain cara membuat coding dalam Javascript, aku juga mengikuti program beasiswa yang diselenggarakan oleh Dicoding dan AWS di tahun 2021 yang lalu yaitu Cloud and Back-End Developer Scholarship Program.

Awalnya hanya iseng untuk mengisi form pendaftaran namun ternyata aku lulus tahap pertama dan mendapatkan kelas Cloud Practitioner Essentials (Belajar Dasar AWS Cloud).

Setelah menyelesaikan kelas tersebut tepat waktu, aku kemudian lulus menuju tahap kedua dan mendapatkan kelas baru yaitu Architecting on AWS (Membangun Arsitektur Cloud di AWS).

Bersyukur dengan bekal kedua kelas tersebut aku menjadi lebih paham mengenai tugas seorang Backend Programmer dan memilih Learning Path ini sebagai jalan ninjaku.

Pastikan untuk memilih salah satu jalur pembelajaran di fitur Learning Path, agar kamu bisa fokus mempelajari modul yang sudah tertata rapi oleh tim Dicoding.

Sekarang aku sedang mengerjakan mini project membuat web3 blockchain menggunakan Javascript.

Karena aku ingin fokus ke backend, maka aku berasumsi bahwa proyek blockchain sebagai teknologi revolusioner di backend sesuai dengan jalan ninjaku.

Pembelajaran yang aku dapat dari kelas serta program beasiswa Dicoding pun sejalan dengan proyek ini, yang mana nantinya mungkin akan aku coba deploy ke AWS.

Aku bakalan update project ini di repo Gitlab-ku. Semoga bisa aku selesaikan dalam waktu beberapa minggu ke depan.

Dicoding, Belajar Coding Online Tanpa Pusing

Belajar pemrograman di Dicoding
Belajar ngoding ya di Dicoding

Dicoding sebagai platform penyedia layanan edukasi coding sangat cocok bagi kamu yang ingin memulai karir sebagai seorang developer.

Totalnya ada 8 Learning Path Academy yang bisa kamu pilih, yaitu:

  1. Machine Learning Developer
  2. Android Developer
  3. iOS Developer
  4. Front-End Web Developer
  5. Back-End Developer
  6. Azure Cloud Developer
  7. Google Cloud Professional
  8. Multi-Platform App Developer

Selain fitur pembelajaran, Dicoding juga mempunyai fitur akses job connect lho. Ada banyak lowongan pekerjaan yang diposting di laman Dicoding Job.

Pastikan skill yang kamu miliki sesuai dengan permintaan perusahaan ya.

Ada juga nih fitur Dicoding Event yang berisi kegiatan edukasi berupa webinar oleh para praktisi di berbagai perusahaan ternama.

Kamu bisa dapatkan best practice dari para developer yang telah lama terjun di dunia kerja, lho.

Terakhir, yang gak kalah keren… ada fitur Dicoding Challenge yang mana kamu bisa mengerjakan berbagai tantangan dari tim Dicoding dan mendapatkan poin yang bisa kamu tukarkan menjadi reward yang sangat menarik.


Untuk memulai belajar pemrograman dari nol dan menjadi seorang developer, Dicoding merupakan platform pilihan terbaik dan lengkap yang bisa kamu pilih di antara platform lainnya.

Ayo, daftar kelas Dicoding sekarang juga!

You May Also Like