Apa Itu Bootstrap dan Jenis File Utamanya

Dalam beberapa tahun terakhir Bootstrap menjadi salah satu komponen yang paling penting bagi para developer ketika mengembangkan website.

Lalu apa itu Bootstrap? Bagi developer yang sudah sering membuat website pasti sudah tidak asing lagi dengan Bootstrap.

Namun, bagi pemula yang masih belajar pemrograman dan bereksperimen dengan pembuatan website mungkin belum mengenal tentang Bootstrap.

Apa itu Bootstrap?

apa itu bootstrap

Apakah penting menggunakan Bootstrap ketika ingin membuat website?

Bootstrap adalah suatu framework javascript yang dapat memudahkan developer ketika membuat website.

Jika ditanya apakah Bootstrap penting atau tidak, sebetulnya tergantung dari kebutuhan developer itu sendiri.

Namun Bootstrap saat ini bisa dikatakan sedang menjadi trend dan banyak digunakan para developer.

Bahkan lebih dari 27% developer ternama yang ada di dunia menggunakan Bootstrap untuk membuat website.

Hal ini dikarenakan Bootstrap memiliki sejumlah keunggulan yang tidak ada di framework lainnya.

Selain itu Bootstrap juga sangat mudah digunakan bagi para developer pemula.

Sebab untuk mendesain website developer tidak harus menyusun coding dari nol. Selain itu, Bootstrap juga terdiri dari sekumpulan CSS dan Javascript yang siap digunakan.

Menariknya Bootstrap juga menggunakan sistem grid yang terdiri dari baris dan kolom. Dengan begitu developer bisa mendesain layout website lebih mudah.

Bootstrap juga menjamin tampilan website yang rapi dan konsisten di berbagai perangkat. Baik itu di smartphone, laptop, dan PC.

Bootstrap memudahkan kan developer karena tidak perlu menyusun template berkali-kali. Bootstrap juga menjamin tampilan website yang lebih responsif.

Jenis File Utama Bootstrap

bootstrap

Bootstrap merupakan framework yang terdiri dari sejumlah sintaks dengar beberapa jenis file di dalamnya.

Developer yang ingin menggunakan Bootstrap untuk membuat website wajib mengetahui apa saja jenis file utama Bootstrap:

1. CSS

CSS merupakan file utama dalam Bootstrap yang berfungsi untuk mengatur layout website.

Jika HTML berfungsi untuk mengatur konten serta struktur di website CSS justru berurusan dengan tampilan atau layout dari situs web tersebut.

Dengan adanya CSS dalam Bootstrap, developer bisa menyuguhkan tampilan halaman yang sama pada suatu website.

Developer tidak perlu menghabiskan waktu yang lama untuk mengubah pengaturan layout di setiap halaman website.

Menariknya CSS tidak hanya berfungsi untuk menampilkan layout yang seragam saja.

CSS juga dapat diandalkan untuk membuat tabel dan gambar di beberapa halaman website sekaligus.

2. JS

File utama lainnya dari Bootstrap yaitu Javascript atau JS. File ini bertanggung jawab untuk menghasilkan situs web yang interaktif.

Berkat adanya CS dalam Bootstrap developer tidak perlu menghabiskan waktu lama untuk menulis sintaks secara berulang.

Baca juga: Pemanfaatan Javascript Yang Perlu Diketahui Programer

Selain itu juga dapat ditandakan untuk menyembuhkan konten yang dinamis seperti animasi.

Meskipun demikian developer perlu menggunakan jQuery untuk menghasilkan desain yang lebih interaktif.

JQuery sendiri merupakan open source yang saat ini juga cukup populer dan memungkinkan user untuk menambah berbagai fungsi ke dalam website.

3. Glyphicons

Bootstrap juga menyediakan glyphicons yang bisa diakses secara gratis.

Meskipun tampilan untuk versi gratis terlihat standar, tetapi berbagai fitur yang disediakan oleh glyphicons sudah lebih dari cukup.

Jika developer ingin menambahkan icon yang lebih stylish dan dapat disesuaikan dengan tema, maka bisa membeli versi premiumnya.

Ikon yang disediakan oleh glyphicons sebagian bisa dikustomisasi dengan CSS dan sebagian lainnya sudah terpasang default.


Demikian penjelasan mengenai apa itu Bootstrap serta beberapa file utamanya.

Bagi developer yang tidak ingin menghabiskan banyak waktu dan repot-repot mengatur desain website, maka menggunakan Bootstrap akan menjadi pilihan terbaik.